Televisi

television07

Yak, kali ini entah kenapa pengen cerita-cerita tentang media massa, khususnya Televisi Indonesia. Gue sebenernya ga tiba-tiba mikirin topik TV ini, melainkan sejak TVRI ngambil hak siar Liga Sepak Bola Italia “Serie-A” yang termahsyur itu. Waktu itu yang ada di pikiran gue, “Wah, akhirnya TVRI jadi TV beneran!” Haha, nampilin siaran bola! Bagi anak muda kayak gue (ciyeh :p) TVRI itu identik sama kolot, membosankan, dan acara yang ga kreatif. Yang gue tau tentang TVRI itu, kalo ibu gue cerita : “Dulu tuh, mama mau nonton TV, pasti pergi ke pos polisi, kantor camat, buat nonton Unyil (atau apalah namanya, gue lupa :p). Channel cuma TVRI, kalo udah malem gak siaran lagi bla bla bla… That’s it.

Sekarang? Jaman udah beda banget, Channel TV di Indonesia udah ada belasan (atau puluhan?) jumlahnya. Acara berita aja, judulnya gak cuma “Dunia Dalam Berita” yang aki-aki aja tau, tapi ada Liputan 6, Metro Hari Ini, Kabar Indonesia dll. Sinetron? GAK Terhitung jumlahnya, mulai dari jaman-jamannya Tersanjung,1,2,3,4,5 dst. sampai yang judulnya Tukang Bubur Naik Haji. Haha. Sepakbola? Hampir semua liga terkenal ada, Premier League, Bundesliga, Serie-A yang di TVRI, sampe La Liga Spanyol.

Jadi sekarang, bisa gue katakan, pertelevisian Indonesia (dan media secara umum) udah ga monoton atau bahkan monopoli kayak dulu. Apalagi abis reformasi, channel tambah bejibun. Gue inget banget, di 2001 tiba-tiba ada TV baru yang namanya Metro TV, haha (penting abis). Kalo di list, tv-tv yang lahirnya abis reformasi kayaknya lebih banyak deh (belum stasiun TV daerah kayak Jatim TV).

Tapii.. Jreng jreng , Apakah kualitas kontennya meningkat?

Susah juga buat nilainya. Dalam beberapa hal, mungkin iya, mulai dari adanya Kick Andy, atau Standup Comedy. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, saking bebasnya, kayaknya lebih banyak jeleknya deh. Terutama bagi saya, dalam bagian Genre Berita dan Sinetron +FTV.

Dimulai dari sinetron dulu deh. Sebenernya dari dulu yang namanya sinetron itu kan kebanyakan tentang konflik-konflik cinta gituh yah? Gimana ya tapi, dari dulu gue nonton sinetron ya karena remot TV dipegang ibu gue, jadi ikut-ikut aja. Kalau disuruh ngejelasin satu persatu faktor kenapa gue nganggep kualitas sinetron turun, juga mungkin gue ga bisa.

Cuma gue pengen bilang, sepertinya kualitas sinetron turun tuh karena banyaknya artis-artis karbitan yang ga dididik sebagaimana mestinya deh. Kalo dulu kayaknya aktingnya tuh bisa meyakinkan gitu lho, latar shootingnya juga bisa keliatan, lagi dimana. Kalo sekarang…ngandelin Kecantikan doang, jadinya shoot kameranya hampir semuka nya doang. TV gue cuma ganti-ganti muka doang kalo nyetel sinetron -__- , untung cantik :p

Trus, ceritanya juga banyak yang tambah maksa. Kalau dulu Tersanjung 1,2 , trus juga Cinta Fitri 1 sama 2, kan lumayan tuh alur ceritanya (meski gue ga rekomen season 3 dst -__- ). Sekarang? Percintaan anak putih-abu , bahkan anak putih-merah (SD) aja ada sinetronnya. I’m Speechless.

Kalau berita gimana? Oke, here’s the thing, tampaknya reformasi dan kebebasan pers sudah sangat bebas. Bahkan sampai ada program di TV yang namanya Lawyer Club-Lawyer Club itu (yang bagi saya gak lebih dari acara penggiring opini publik). Saya aja bisa kebayang, sungguh gak mungkin ada acara semacam itu pas jaman Soeharto. Haha.

Cuman yang bikin lebih sulit lagi, berita itu menurut saya udah banyak yang gak netral. Ya gimana bisa netral, hampir sebagian besar TV-TV besar di Indonesia ini, terafiliasi ke suatu golongan politik kok. RCTI dan MNC group,afiliasinya ke Hary Tanoe, yang.. kalian tau sendiri lah ya. Metro TV? Apalagi, punyanya yang bewok itu. TV One? Punya yang kuning-kuning itu tuuh. Dan gue gatau ya, somehow Indonesia ini emang bobrok banget atau gimana, atau karena ada kaitannya dengan rivalitas politik. Biasanya berita-berita yang beredar di Indonesia itu membosankan, dan berbau “negativisme dan pesimisme” . Gak Percaya? Haha. Kalo ga gitu, mana ada sampe orang bikin situs kayak http://goodnewsfromindonesia.org yang isinya berita-berita positif tentang Indonesia.

Udah ah, itu aja dulu unek-unek tentang TV. Nanti kalo masih mood, masih pengen bacot juga tentang kaitan media berita dan politik, lanjutan paragraf sebelumnya ini. Hehe 😀

Salam,

Gambar dari http://bradfordpearson.blogspot.com/2010/04/tuesday-night-trivia-television.html

Ooh, Sudah 2 Tahun toh?

Jujur saja, setelah lulus dari Insan Cendekia, saya agak jarang membeli dan membaca koran. Saya yang biasanya mendapat suguhan 4 koran nasional setiap hari seperti Kompas dan Bisnis Indonesia, tiba – tiba menjadi buta akan hal – hal terbaru yang ada di masyarakat. Maka, saat saya membeli koran Kompas edisi Senin (17/10), reaksi saya yang pertama adalah “Ooh, SBY udah mau 2 tahun toh.. Gak sadar ya?”

Maka, hari  – hari setelahnya, kepala saya dipenuhi dengan berita – berita reshuffle menteri serta rencana aksi turun ke jalan oleh sebagian kelompok mahasiswa. Bosan juga sih, karena kadang saya merasa dibanding baca bagian Politik, mendingan baca bagian ekonomi atau olahraga. Yang konkrit2 gitu.

Banyak Teman dan kakak kelas saya, yang berbicara menggebu – gebu, mengenai Aksi, demo, perubahan atau semacamnya. Apalagi teman dan kakak kelas yang ada di PTN di Depok, wah, pasti lebih semangat dan aktif. Kata teman saya, “Kita kan trade-mark nya Kampus Perubahan.” Maka saya tidak heran kalau mereka cukup sering terlihat di TV 🙂 . Tapi,pada 20 Oktober kemarin,, KM ITB (sebutan untuk BEM di ITB) juga ikut menggelar aksi di depan gedung sate. Sesuatu yang cukup jarang dilakukan oleh mahasiswa ITB. Saya sendiri sampai sekarang tidak terlalu tertarik dengan aksi, demo dan semacamnya. Tetapi, pertanyaannya, sudah sebegitu parahkah persoalan pada pemerintahan kali ini, sampai – sampai KM ITB menggelar aksi? Continue reading

Mahasiswa, lalu Apa?

Sudah kurang lebih dua bulan, saya resmi menjadi seorang Mahasiswa di Institut Teknologi Bandung. Katanya, almamater saya yang baru ini adalah kampus unggulan. Bahkan, dosen – dosen dan kakak – kakak senior pasti berujar, “Dulu, mahasiswa baru ITB itu disambut dengan Spanduk ‘Selamat Datang Putra – Putri Terbaik Bangsa’”. Oke, saya no comment bagian ini. Karena beberapa orang kemudian memplesetkannya menjadi “Putra – Putri Terkaya” -___-“

Ada desas desus umum yang menyatakan “Mahasiswa baru di ITB itu biasanya mukanya masih cerah – cerah. Trus masih euforia. Atribut ITB, kaos ITB. Masih BANGGA karena berhasil lolos seleksi masuk ke ITB”.

Dan saya, tidak mempersalahkan statement di atas (yang saya rasa, benar untuk sebagian besar maba), sampai akhirnya Senin kemarin, saya mengalami kejadian yang memaksa saya untuk merenung.

Saya bertemu seorang International Student dari Libya, yang sedang ikut program Master di ITB. Ia kehilangan tas ranselnya ketika shalat di Mushola Perpustakaan. Kebetulan, beberapa menit sebelumnya, saya juga baru saja menyelesaikan shalat di situ. Akhirnya,saya menemani orang ini, (karena ia belum lancar bahasa Indonesia), menjadi translatornya, ke Pos Satpam dan saya antar pula ke fakultasnya, untuk mendapat bantuan mengenai tasnya tersebut, yang salah satu isinya adalah Paspor dan KITAS. Boleh dibilang respon dari Satpam dan fakultasnya kurang memuaskan.

Terus terang saja, selama menemani beliau ini, saya seperti menanggung malu, karena sedemikian parahnya moral si Pencuri (yang saya yakin orang Indonesia), sampai hati mengambil barang orang yang sedang menunaikan Shalat. Bukan itu saja, Pencurian ini terjadi di lingkungan kampus yang katanya “Unggulan” di Indonesia. Dan, menurut saya, perlakuan yang didapat beliau ini,sebagai International Student dari pihak kampus juga, kurang memuaskan.

Saya akhirnya sadar, Bangga itu gak berarti apa – apa. Ada banyak kekurangan juga kok dalam kampus yang dibanggakan itu.(Tetap Bangga sih, tapi rendah hati juga :p )

Saya pun bertanya – tanya, apa yang sekarang beliau pikirkan tentang Indonesia dan isinya…

Katanya, Mahasiswa itu “Agent of Change” ,  maka saya berpikir, apa yang bisa saya lakukan sebagai mahasiswa untuk merubah moral Pencuri – pencuri seperti di atas… Karena Mahasiswa bukan hanya status, tapi mengenai apa yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa

Moving Class, gimana ya?

Sudah seminggu lebih saya kembali belajar di sekolah tercinta MAN Insan Cendekia Serpong. Sebagai ‘anak’ kelas XII, saya ikut menjadi panitia PTS (kalau di sekolah lain MOS), membina adik – adik kelas yang baru menjadi “freshmen” di IC ini. But, well… di tengah kesibukan menjadi panitia itu, saya juga sibuk menyesuaikan diri dalam bidang akademis.

Menyesuaikan diri? Terdengar aneh bukan? Mengingat saya yang sudah ada di kelas XII, seharusnya saya sudah mengerti seluk – beluk sistem pembelajaran dong? Yaa, maklum saja, tahun ini IC menerapkan sistem belajar baru yang disebut “Moving Class”. Nama kerennya “Subject Method Based Class” *gak penting. Perubahan ini -menurut guru saya- merupakan yang pertama kali setelah IC berdiri selama 14 tahun.

Jadi bagaimana rasanya? ….. Melelahkan!!! But Honestly, saya sangat setuju degan penerapan sistem ini. Karena saya melihat, dengan sistem ini, banyak guru mata pelajaran yang lebih bersemangat mengajar, serta mempunyai lebih banyak “ruang” untuk menerapkan berbagai metode belajar -bukan hanya konvensional- . Tentu saja, pada akhirnya, ini akan membawa pengaruh baik pada siswa sendiri, karena akan semakin aktif, dan pembelajaran dapat menyentuh berbagai aspek, tidak hanya kognitif.

Manfaat lain Moving Class ? Siswa akan lebih segar, karena harus senantiasa dinamis mengikuti kelas yang berubah – ubah (FYI,banyak anak IC males olahraga 🙂 ), dan waktu belajar menjadi efisien, karena saat siswa tiba di kelas, guru sudah menunggu 🙂 Lebih jauh lagi, saya pikir, sistem ini dapat mempersiapkan para siswa untuk menghadapi cara belajar – mengajar saat kuliah nanti.

Namun, karena penerapannya terbilang baru di sekolah saya, fasilitas belum semuanya siap. Loker untuk tas dan buku belum ada -sedang dipesan katanya- , sehingga kami -para siswa- merasa lelah membawa tas kami yang berisi buku keliling gedung pendidikan setiap harinya. Bagi saya pribadi, ini masih ditambah dengan tidak adanya waktu tidur di kelas 😦 Juga, fasilitas untuk perizinan Laptop yang belum bisa kami bawa ke sekolah. Padahal saya yakin, Laptop sangat “matching” dengan sistem pembelajaran yang sekarang. Apalagi nanti, setelah sistem SKS diterapkan. Wah, mirip dengan mahasiswa – mahasiswa. Haha…..

Saya bermimpi bisa mem-posting dari pinggir lapangan, duduk di bawah pohon yang rindang. Sambil ditemani oleh kudapan pada waktu istirahat sekolah. Saya bermimpi dapat berdiskusi dengan teman – teman sambil browsing Internet di depan Ruang OSIS. Saya bermimpi dapat mengerjakan tugas sambil bersantai di serambi Masjid. Ah! Mungkin adik kelas saya nanti yang akan merasakannya….

Gambar dari http://www.wix.com

Macam – macam Jual Beli

Jujur aja, sebenernya gue adalah orang yang gak suka kalo kita harus belanja dengan harus bertanya pada penjualnya , macem toko2 non – swalayan. Kayaknya gak praktis gimana gitu. Gak efisien (haha). Bagi gue yang paling praktis ,ya model2 belanja yang kayak swalayan gitu, ambil keranjang atau trolly, jalan keliling ubek – ubek cari barangnya dan kemudian bayar barangnya di kasir, so simple. Yaa… namanya juga kasir , sengomong – ngomongnya kan paling “ oh,,indomie gorengnya 5 ya?” kekeke….

Yup, yang bikin gue sebel dari model non – swalayan sebenernya satu sih. Kita harus ngomong ke yang jual itu, nyari apa-lah,harganya berapa.  Mending kalo penjualnya to-the point,lah kalau nggak?? Yang keluar bisa mode Jayus dan Garing (krik krik krik) atau ngeselin, apalagi kalau tawar menawar ~_~

Nih percakapan gue  pas transaksi  jual beli terakhir mungkin bisa disimak (Haha)

Jual Beli 1

Gue   : Mas, nyari filter nih…
M       : oh ..sini nih.. ukuran berapa?
Gue  : **mm, btw mas… kok mereknya ko**ii? Harganya berapa?
M      : iyalah… ni barang bagus…harganya 1xx ribu…
Gue  : hah? Mahal banget..mereknya ko**ii lagi… gue waktu tu liat *oya sama ken*o aja segini….
M      : (ngotot) yaelah…. Itu mah beli merek kali……. Ni juga bla bla bla…
Gue : (karena emang gak ada toko lagi dan udah mendesak, waktu pun menipis) ya udah deh.. segini aja! (nada maksa) 😀
M    : oke deh.. ni karena langganan ya (senyum licik) nanti lo cari apa2 di sini lagi lho (muka licik)
G    : Ha Ha Ha (dalam hati)

Jual Beli 2

Yang ini bareng bapak gue…..
Gue                       : Mbak ada modem ya? (eksternal yang 3g itu loh)
Mbak penjual  : oh ada2… ini yang gini harganya segini.. bla bla bla (ngebandingin paket2 nya)
Gue                      : Ooh gitu mbak….. kalo sama ini jadi berapa ya?
….percakapan segitiga antara mbak penjual, gue dan bapak gue…
Gue                      : yaudah deh mbak, yang ini aja….
…transaksi…
Mbak Penjual nulis kwitansinya…. Ngebungkusin barangnya… siap2 penyerahan barang…
..but..SUDDENLY
Mas2 penjualnya (bosnya)  : (ngasih kartu nama ke mbak penjual) yak..sekarang tulis nama kamu + nomer hape yang bisa dihubungi…. (tulis).. udah selesai? (mbaknya disuruh ngasih kartu namanya ke bapak gue)
(then bosnya bilang gini : “Pak, ni kartu namanya, kalo ada masalah silakan hubungi nomer ini (no hape si mbaknya), kalo gak ada masalah juga gapapa kok pak, 24 jam selalu siap ditelpon nomernya (senyum2 gak jelas) …

Mbak Penjual   : Ketawa Salting
Bapak Gue       : Ketawa
Gue                 : Faceless+Speechless…. (dalem hati… “Jayus Banget”)

From My Holiday

Kesimpulan

Kadang saya berpikir kenapa saya hidup di negeri ini…..
Kadang saya berpikir kenapa masalah selalu muncul di negeri ini….
Kadang saya berpikir bagaimana cara memberantas kebodohan….
Kadang saya berpikir bagaimana menegakkan kejujuran rakyat negeri ini…

Saya pun merenung

Saya juga merenung tentang kehidupanku sebagai muslim…
Saya juga merenung mengenai muslimah yang tidak menutup auratnya….
Saya juga merenung mengenai muslimin yang tidak menjalankan syariatnya…

Tapi, setelah semua itu-dan akan terus berlanjut-saya bisa menarik satu kesimpulan….

Mulailah semuanya dari diri – sendiri, dan jangan pernah menyalahkan yang lain…

Impian saya ingin merubah dunia menjadi lebih baik, saya dahulu yang harus berubah menjadi orang baik..

Impian saya ingin membangkitkan Islam, saya dahulu harus menjadi muslim yang baik…..

Ternyata begitu……

3 Kalimat Renungan

  1. Indonesia punya banyak anak yang pintar dan berprestasi di sekolah…. tapi kenapa susah sekali mendapat Pemimpin yang benar – benar bisa memimpin ?
  2. Indonesia punya banyak sumber daya alam yang melimpah, tapi kenapa banyak rakyatnya yang hidup di bawah kemiskinan?
  3. Indonesia adalah negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia, tapi kenapa Indonesia juga termasuk negara yang paling korup di dunia?

Siapa yang bisa menjawab 3 pertanyaan ini? Mari kita renungkan bersama…..

Kejutan Apalagi Setelah Pemilu ?

monas

Gak terasa, Indonesia udah melalui beberapa tahun dengan “aman” , tanpa ada insiden insiden besar kayak Bom Bali I&II atau bom di kedubes Australia dulu. Bahkan suasana pun terasa damai dalam beberapa tahun belakangan, sampai – sampai kondisi setelah pemilu pun dipuji – puji oleh negara – negara sahabat.

Sayang beribu sayang, tampaknya pujian itu belum akan berlanjut….ternyata mulai muncul kejutan kejutan yang terjadi setelah pemilu… pertama – tama ada kasus di belahan timur Indonesia, tepatnya di Irian Jaya (gw lbh suka nyebut ini dibanding Papua). Di sana ada karyawan ekspatriat asal Australia yang tewas ditembak, kemudian dalam beberapa hari sesudahnya jatuh 2 korban lain yaitu Satpam PT.Freeport dan seorang Polisi. Untuk Kasus yang ini katanya sih penembaknya terlatih lho….

Yang kedua, yaitu pengeboman bersamaan di The Ritz Carlton dan JW Mariott, yang ada di kawasan Mega Kuningan..entah sengaja entah kebetulan…JW Mariott kembali menjadi sasaran pengeboman. Terdapat beberapa korban tewas dan puluhan luka – luka. Parahnya lagi, ternyata yang terkena serangan banyak yang WNA, duh, kan berarti lebih terekspos dunia tuh.

Itu baru 2 lho, mungkin karena gue gak terlalu sering denger berita kali ya, dan cuma “ngendep” doang di rumah gue.. biasa.. bawaan dari Penjara suci.. haha.. tapi yang jelas.. itu sebuah pesan yang serius lho.. efeknya aja luar biasa.. baru sehari kejadian.. Manchester United, klub Inggris ternama, membatalkan tur mereka ke Indonesia. Kan! Kita – kita juga, fans MU yang kecewa, Rakyat yang kecewa!

Jadi pengen tau nih… BIN kerjanya ngapain aja ya? JW mariott untuk ke 2x nya kena bom….baru kalo udah kejadian, ngasih data aneh2 ke SBY…jadi deh pidatonya SBY yang ga enak di hati…malah sampe rencana aneh2, Indonesia bakal kayak Iran dll… Hayo! Jadi BIN kerjanya ngapain? Dan kira2 kejutan apalagi ya yang bakal muncul?

gambar dari : http://gaga.dagdigdug.com