My Lovely Bike ! (Skywave 2008)

Oke, ini adalah tulisan yang saya buat khusus untuk sepeda motor saya tercinta.

Latar belakang saya nulis ini, mengingat umurnya yang udah mulai tua, dan kebutuhan servis yang semakin banyak. Serius! Saya terdorong nulis post ini saat menunggui dia di servis dibengkel, hahaha. Hitung-hitung kenangan buat nanti2 :p

Here She Is!

skywaveSuzuki Skywave 2008.

Yang saya inget, dulu motor ini dibeli karena mama mau naik motor, makanya syaratnya waktu itu yang matic. Tapi karena kepentingan sejuta umat, maka suara saya juga harus didengar :p . Dikarenakan komparasi harga dan fitur waktu itu, akhirnya dipilihlah Skywave ini mengalahkan lawan-lawannya yaitu Mio, Mio Soul dan Vario.

Turns Out, this is a wrong choice (but not for me :p ). Kata Mama, Berat! Jadinya Mama tetep gamake motor. Kesalahan kedua waktu itu, saya masuk SMA di sekolah Boarding (Asrama), adik saya masih naik ke SMP. Jadi, motor ini praktis cuma nambah km dikit banget selama periode 2008-2011. Cuma 3000 km apa, dipake di komplek doang.

Kalau saya liburan semester atau pulang ke rumah, itulah saat saya bertemu dengan skywave ini (sampe sekarang saya belum kasih nama khusus haha). Dibawa pergi ke acara makan-makan atau main. Jadi ibaratnya sih kayak temu kangen gitu hohoho.

2011, motor ini dipaket ke Bandung untuk mengikuti saya yang kuliah. Adik saya lebih suka beli motor bebek, sedangkan orang rumah udah ada 2 mobil + dapet Scoopy menang undian. Jadi cuma saya aja yang masih cinta sama skywave❤ , itung-itung pembalasan 3 tahun sebelumnya.

2014, motor ini masih terus jalan. Sekarang tiap hari (selama 3,5 tahun di Bandung) kira-kira nempuh 10-30 km lah (Tergantung mobilitas dan bolak-balik kampus). Kalau dari Km padahal masih cuma 21000, cuma udah 3x servis terakhir pengeluaran servis melonjak -__- . Umur ternyata gabisa bohong, ini udah tahun ke-6 ditambah dengan pemakaian High Duty (jarak pendek tapi sering), jadinya ada aja parts yang harus diganti. Ditambah saya malas mencuci jadilah ini kuda perang beneran hehehe.

Menjadi User Skywave selama 6 tahun, ini beberapa feedback yang terpikirkan.

Pro :

  • 125 cc, tenaga besar
  • Stabil di kecepatan Tinggi
  • Bagasi Besar
  • Model Lumayan Macho (ukuran Skutik)
  • Servis jarang Antri (ga kayak AHASS atau Yamaha yang antriannya kayak BLT)

Cons :

  • BBM, Boros pake Banget! (Dalkot 1:25-28 , Lukot 1:35-37)
  • Bengkel Suzuki semakin lama semakin berkurang jumlahnya -__-
  • Biaya Jasa Servis agak2. (Ganti Minyak Rem 13000, tapi Biaya Bongkar Pasangnya 35000 T__T)
  • Berat, Berat dan Berat (Tapi Stabil) ~ >100kg

Mengingat usia motor yang udah makin tua. Sepertinya mulai ngerti parts dan bisa servis sendiri (minimal ganti oli dan filternya) jadi harus deh. Kalau nggak, bisa-bisa uang habis keluar buat bayar jasa servis bengkel Resmi. I think I can do it for her haha.

Will I buy A Suzuki Again? Err, sekarang lineupnya menyedihkan. Kalau disuruh beli skutik kayaknya bakal beli merk H deh, hahaha. Tapi bener loh, pas jaman 2008 lineup Suzuki keren-keren, liat aja Shogun SP dan Smash. Skywave? Well, It was love at the First Sight🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s