Upin dan Ipin, Satu Lagi Kecerdikan Malaysia

Waktu liburan kemarin banyak saya habiskan untuk menonton TV. Berbagai channel TV saya arungi, mulai dari stasiun TV nasional seperti hingga stasiun TV kabel seperti CNN, AXN dll. Kebetulan, saat menonton saya ditemani adik saya yang masih duduk di bangku SD. Otomatis, saya harus selalu berbagi channel dengannya. Dan channel kesukaannya adalah…. Disney Channel.

Sepintas, tidak ada yang aneh. Kartun yang ada di Disney channel yaa, memang “trademark” nya mereka, seperti Winnie the Pooh atau Mickey Mouse. Tak Berapa lama, saya terkejut… Mengapa?? Karena ada kartun Melayu yang diputar di situ. Well, yes, they’re Upin and Ipin. Selama ini saya pikir, Upin dan Ipin hanya populer di Indonesia karena faktor “kedekatan” budaya dan juga “serumpun”nya kita dengan Malaysia. Ternyata lebih dari itu….

Kita bisa berasumsi kalau Upin dan Ipin ditayangkan oleh channel seperti Disney, tentu berarti banyak sekali orang yang menyukainya, minimal, karena yang saya tonton itu Disney Channel Asia, yang wilayah siarannya mencakup negara – negara Asia seperti Vietnam, Hongkong dll. Sementara , saat kemudian saya berusaha mencari kartun sejenis yang merupakan produk Indonesia asli, saya hanya menemukan “Si Kabayan” yang bahkan hanya sempat tayang di TV swasta sebentar saja sebelum dikembalikan lagi ke TVRI. Sungguh sayang. –Mungkin si Kabayan terlalu monoton, karena ceritanya hanya diisi oleh nyanyian daerah saja–

Memang harus diakui, kualitas Upin dan Ipin memang lebih bagus, terutama pada jalan ceritanya, yang dapat menyelipkan pesan moral tanpa terlalu mencolok. Cocok sekali untuk anak – anak. — Dan jauh lebih baik daripada acara-acara yang diputar oleh stasiun TV nasional, yang hanya memutar sinetron dan film yang tidak mendidik. –

Dan saya *walau saya bangga dengan Indonesia, akhirnya saya mengakui keunggulan Malaysia atas negara kita. Kita hanya bisa mengejek Proton -merek mobil Malaysia- dengan label “produk murah, tidak berkualitas” atau “cuma labelnya aja Malaysia, yang buat kan orang lain” .Perlu diingat, meski belum terlalu populer dan kalah dengan merek Jepang, tetapi mereka telah mampu menembus pasar Eropa yang terkenal akan standar kualitasnya yang tinggi. Sementara kita berani mengejek mereka padahal hanya menjadi “tempat pabrik” bagi perusahaan – perusahaan mobil Jepang.

Belum lagi gaung Malaysia dengan “Visit Malaysia” nya yang jauh lebih baik daripada “Visit Indonesia Year”. Bayangkan saja, saat Malaysia mempromosikan Visit Malaysia – nya, mereka mampu menampakkan banner iklannya di pertandingan2 EPL (Premier League). ~_~

Tampaknya kita harus belajar kepada Malaysia, terutama soal bagaimana menjajakan dagangannya. (Marketing)

Dan Buat anda yang mencari tontonan bermoral untuk anak – anak, nikmatilah satu lagi produk dari Malaysia, Upin dan Ipin. Selamat Menonton!

6 thoughts on “Upin dan Ipin, Satu Lagi Kecerdikan Malaysia

  1. denger-denger skenario upin ipin adalah buatan karya putra bandung indonesia yang ditolak ph-ph di indonesia sendiri… ugh! pasti sekaranng nyesel banget yg nolaknya…

    Like

    • haha… kalau benar begitu, saya malah heran… jadi pikiran ph – ph indonesia untuk memproduksi film itu apa ya??

      Apa sekadar yang VULGAR, MISTIS dan Pasti LAKU namun gak mendidik??

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s