Keinginan vs Kebutuhan

Oke, akhir – akhir ini pikiran saya rada gak jelas. Setelah (akhirnya) bisa melakukan hobi saya lagi, yaitu fotografi, entah kenapa yang saya lakukan hanya nyoba-nyoba kamera orang, dan juga browsing-browsing review DSLR, lensa dan aksesoris seperti Speedlite. Bahkan, dorongan untuk browsing itu lebih besar daripada mengerjakan laporan, sehingga saya jadi super-deadliner -__-

Belum selesai masalah Kamera dan teman-temannya, keinginan lain muncul. Jadi, niatnya ke BEC buat liat – liat kamera, demi memuaskan keinginan saya yang pengen liat-liat (beli gak ada duit :p ). Ternyata, bukannya puas, saya malah tertarik dengan barang yang lain. Ya, Handphone, tepatnya Nokia Lumia series. Jadi pengen ganti handphone deh, kebetulan hape gue BB yang udah mulai ga jelas bentuknya, karena sering kebanting (tahan banting kok :p , proven).

Padahal ya, padahal, salah satu subjek ilmu yang saya suka itu ilmu ekonomi. Dan di ekonomi kan, salah satunya ngajarin mana yang barang primer,sekunder, tersier. Udah gitu esensinya ilmu ekonomi kan buat mempelajari supaya manusia bisa membedakan keinginan dan kebutuhan, supaya sumber daya di dunia ini mencukupi. Karena seperti kata-kata bijak “Dunia ini tidak dapat memenuhi semua keinginan manusia”.

Saya jadi bingung, salah satu ilmu yang saya suka aja, aplikasinya masih sulit sekali buat diterapin diri sendiri. Padahal kalo lagi belajar dulu, saya inget banget, gampang kalo disuruh bikin tabel mana barang yang keinginan dan mana yang kebutuhan. Huh -__-

Nah, ternyata eh ternyata, sindrom keinginan yang kurang terkendali ini, gak cuma masalah barang, tapi juga masalah pasangan hidup. (Rada weird sih). Ya, saya kan manusia biasa, jadi planning buat menikah pasti ada lah ya :p . Cuma namanya anak muda, kadang di tengah temen-temen yang udah gandeng pasangannya buat nonton, jalan, malming dll itu, wajar lah ya, jadi ada rasa ingin buat ikutan nyari bakal calon, hahaha.

Tapi kadang, saya mikir lagi, pengennya nanti-nanti aja, abis lulus baru nyari, lamar, terus nikah! Wow, haha. Cuma… Beneran deh, bingung! Ini masih 2 tahun lagi baru lulus S1, belum ntar kalo S2 -___- . Pasangan Hidup, jelas KEBUTUHAN , tapi mungkin sekarang masih cenderung keinginan kali ya, karena bayangannya baru pengen jalan bareng, nonton bareng , traveling bareng (duh, penting banget sih gue)

Ternyata Ekonomi yang gue suka aja, prinsipnya masih susah dilakuin.

Apalagi, Ilmu Tekim yang udah susah dari sononya, Haha, IP, be good to me yak!

Salam,

About these ads

5 thoughts on “Keinginan vs Kebutuhan

  1. “…Cuma‚Ķ Beneran deh, bingung! Ini masih 2 tahun lagi baru lulus S1, belum ntar kalo S2 -___- ..”

    Cuma mengingatkan, apabila berencana jauh ke depan katakan insya Allah. Karena apakah alvin yakin 2 th lagi akan lulus S1, kemudian lanjut S2. Manusia dibatasi oleh sesuatu yang pasti yaitu kematian dan takdir yang lain baik senang maupun susah. Lebih baik persiapkan sesuatu yang pasti yaitu KEMATIAN itu. Menurut alvin lebih pasti mana KEMATIAN atau lulus S1 kemudian S2 kemudian menikah? apakah bekal kita sudah cukup untuk melewati pintu KEMATIAN tsb?

    Mengingat kematian bukan berarti pesimis dan tidak merencanakan masa depan di dunia, akan tetapi porsinya di proporsionalkan. Secara akal semestinya proporsi utk cari bekal akhirat lebih banyak daripada bekal dunia, karena perbandingannya secara waktu adalah kurang lebih 60 th (usia rata2 orag hidup) dan kehidupan kekal abadi kelak. Gak bisa dibandingkan kan? Silahkan renungkan…..

    Like

    • Setuju-setuju…emang kadang lupa kalo di tulisan make Insya Allah, hoho

      Tapi kan emang hidup di dunia itu buat mencari bekal di akhirat,dan mencari ilmu, menikah dll. kalau niatnya benar, juga jadi bekal ke sana kan~

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s